Jumat, 03 Januari 2014

Makanan khas daerah yang masuk kategori Internasional

Makanan khas daerah yang masuk kategori Internasional
Nama : Ryanto faathir ilman alqarana
Kelas : 2ID02
NPM : 36412759
Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar
Tugas Ke : 3

Indonesia merencanakan makanan agar masuk ikon kuliner internasional. Namun, untuk itu harus melalui analisis akurat dari para ahli guna mendapatkan kriteria makanan tersebut,” kata Dirjen Pemasaran Pariwisata Kemenparekraf, Esthy Reko Astuty di Manado.
Esthy mengatakan bahwa makanan khas Manado yang saat ini sudah masuk makanan ikon kuliner tradisional Indonesia, yakni Klappertaart. Dia pun berharap tinutuan menyusul.
Keuntungan dengan masuknya makanan atau minuman sebagai ikon kuliner tradisional Indonesia, kata Esthy, makanan tersebut layak disajikan pada kegiatan atau pertemuan skala internasional, seperti APEC dan lainnya.
“Saat ini, sudah ada 30 jenis makanan dan minuman tradisional Indonesia yang menjadi ikon kuliner Indonesia. Semua produk makanan tersebut selalu ditampilkan dalam kegiatan besar, termasuk pertemuan skala internasional yang dihadiri pemimpin dari berbagai negara sekalipun,” kata Esthy.
Kehadiran makanan kuliner Indonesia dalam berbagai kegiatan nasional maupun internasional, lanjut Esthy, merupakan upaya pemerintah untuk mempromosikan produk unggulan masyarakat di seluruh Indonesia tersebut sehingga dapat memberi nilai tambah kepada masyarakat.
Kuliner, kata Esthy, merupakan satu dari tujuh makanan khas daerah yang masuk dalam wisata minat khusus sebagai rencana strategis pengembangan industri kreatif kuliner hingga 2014 terdiri atas kuliner pusaka, tradisi, dan unggulan, mulai makanan pembuka hingga penutup.
Sebanyak 30 makanan dan minuman yang menjadi ikon kuliner tradisional Indonesia, yakni ayam panggang bumbu rujak yogyakarta, gado-gado jakarta, nasi goreng kampung, serabi bandung, sarikayo minangkabau, dan es dawet ayu banjarnegara.
Kemudian, Urap Sayuran Yogyakarta, sayur nangka kapau, lumpia semarang, nagasari yogyakarta, kue lumpur Jakarta, soto ayam lamongan, rawon surabaya, asinan jakarta, sate ayam madura.
Makanan lainnya, yakni sate maranggi purwakarta, klappertaart manado, tahu telur surabaya, sate lilit bali, rendang padang, orak-arik buncis solo, pindang patin palembang, asam padeh tongkol padang, nasi liwet solo, es bir pletok jakarta, kolak pisang ubi bandung, ayam goreng lengkuas bandung, laksa bogor, kunyit asam solo, serta nasi tumpeng.
Ke-30 ikon kuliner itu ditetapkan sebagai ikon kuliner tradisional Indonesia di dalam maupun luar negeri dengan kriteria bahan baku harus mudah diperoleh, baik di dalam maupun luar negeri. Kemudian, kuliner tersebut telah dikenal oleh masyarakat luas, serta ada pelaku profesional praktisi kuliner tersebut.

Senin, 04 November 2013

Strategi membangun kebangsaan bangsa
Nama : Ryanto faathir ilman alqarana
Kelas : 2ID02
NPM : 36412759
Tugas/Tulisan : Minggu Ke dua
Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar

Globalisasi telah menjadi pisau bermata dua yang dihadapi oleh mahasiswa saat ini. Bagaimana globalisasi mampu mengikis nilai-nilai budi luhur Indonesia dan menggantikannya dengan budaya-budaya instan. Kondisi ini telah mengubah cara pandang seorang mahasiswa terhadap kehidupan. Mahasiswa menjadi masa bodoh terhadap keadaan sosial dan cenderung individualis yang pada akhirnya akan menghilangkan kepedulian terhadap sesama yang akhirnya berdampak pada kurangnya rasa nasionalisme. Keadaan ini semakin memburuk dari waktu ke waktu dimana kesenjangan sosial terlihat sangat kentara dan bagian terburuk, yaitu ketidak pedulian mahasiswa yang kadang memperlebar jurang ini. Seharusnya globalisasi mampu mewadahi kemajuan bagi semua lapisan sosial namun pada kenyataannya globalisasi telah mempengaruhi semua sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Munculnya keraguan terhadap kemampuan bangsa ini untuk memecahkan persoalan-persoalan yang mendera saat ini adalah wujud dari krisis kepercayaan diri dan krisis self esteem. Hal ini kemudian terjadi secara massive dan berkelanjutan dalam diri mahasiswa Indonesia. Mahasiswa yang menjadi tonggak perjuangan dan tongkat estafet bagi nasib bangsa terancam oleh derasnya erosi nasionalisme dan patriotism. Sudah saatnya, semua lapisan bangsa ini berpikir serius menangani persoalan ini.
Nasionalisme yang dimiliki oleh bangsa Indonesia menjadi perekat keharmonisan Sabang sampai Merauke. Bahkan nasionalisme ini ada di setiap individu yang mungkin ada di luar nusantara dan tetap ada di dalam hati mereka. Nasionalisme sangat dinamis karena pengaruh interaksi global terhadap kondisi dalam negeri akibat benturan budaya yang kerap memukul mundur budaya bangsa ini atau memaksa kolaborasi dan akhirnya menghilangkan budaya asli. Bangsa lain mengikat diri mereka dalam ikatan kesamaan ras dan agama dalam ikatan nasionalisme. Hal itu sungguh berbeda dengan Indonesia yang mengikat diri dalam ikatan kesamaan nasib dan sama sepenanggungan. Ikatan yang disadari tidak mengikat secara ketat namun menjadi ikatan emosional yang sewaktu-waktu akan berubah garang ketika dibangunkan. Nasionalisme selaiknya dipahami sebagai bagian dari diri bangsa ini sehingga seberapa kencang gelombang Korea dan Barat menerpa, bangsa ini tetap menjadi satu Indonesia.
Patriotism yang semakin lama semakin hilang dalam diri setiap mahasiswa memaksa bangsa ini untuk berpikir kembali apa yang salah di sini. Kurangnya nilai-nilai luhur Pancasila yang telah menjadi pedoman hidup bangsa menjadi bukti nyata mengapa semangat juang di diri mahasiswa tergerus perlahan-lahan dan digantikan dengan nilai-nilai luar yang berkebalikan. Individualisme dan ketidak pedulian terhadap sesama telah menjadi bagian dalam pandangan hidup bangsa ini. Jangankan untuk mengurus rakyat, mengurus diri sendiri saja belum becus. Itulah sekiranya apa yang dalam pikiran kebanyakan mahasiswa. Kepemimpinan hampir tidak dimiliki oleh mahasiswa, kekhawatiran akan nasib bangsa kedepannya seharusnya menjadi kekhawatiran bersama. Bukan hanya satu atau dua pihak saja.
Jika bangsa ini mengingat sedikit sejarah di belakang, maka bangsa ini akan mendapati semangat mahasiswa yang telah menjadikan Indonesia sebagai negara independen dan mandiri. Sumpah Pemuda yang dipelopori oleh mahasiswa pada tahun 1928 telah membuktikan dimana posisi mahasiswa dan nilai tukar yang mereka miliki. Dunia terpukau. Setelah Indonesia merdeka, mahasiswa tetap pada posisinya sebagai agent of change. Bahkan 70 tahun setelah Sumpah Mahasiswa, tepatnya 1998, mahasiswa lagi-lagi mengambil peran penting menggulingkan pemerintah yang korup. Sehingga, Indonesia menjadi negara demokratis kedua di dunia.
•WAWASAN KEBANGSAAN
Wawasan kebangsaan mungkin hal yang sepele ketika sekilas dengar. Namun, banyak masyarakat tidak menyadari bahwa sebenarnya wawasan kebangsaan lebih dari itu. Wawasan kebangsaan merupakan cara pandang yang dimiliki oleh seseorang dalam memandang dirinya dalam bingkai ideologi bangsa baik itu dalam mengadaptasi nilai luhur kebangsaan maupun wujud eksistensi diri sebagai pertahanan dari pengaruh eksternal. Memang, diakui wawasan kebangsaan tidak begitu popular dan dikenal di kehidupan masyarakat terlebih karena sifatnya yang abstrak dan dinamis. Sehingga, seharusnya Bangsa Indonesia sepakat mengingatkan kembali makna wawasan kebangsaan ini yang telah ditanamkan dengan dalam ke diri mahasiswa bangsa khususnya demi persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia ini.
Sebagai mahasiswa Indonesia, banyak tantangan yang harus dihadapi secara individu untuk menjadi mahasiswa yang berkarakter. Pertama, arus materialism dan hedonisme yang mengerus semangat patriotism dalam diri. Derasnya globalisasi membawa paham-paham ini dalam diri semula anak-anak yang kemudian bertransformasi menjadi mahasiswa tanpa arah atau jati diri kebangsaan. Budaya instan, dan meniru menjadi lebih keren dibanding bertahan pada jati diri sendiri. Sehingga, mahasiswa menjadi tidak lagi memiliki semangat juang seperti yang dimiliki mahasiswa 90 tahun lalu. Jangankan semangat juang, semangat menjadi lebih baik saja masih harus bangsa ini pertanyakan. Kedua, kondisi perpolitikan yang seakan dikonstruksi untuk mengurangi peranan mahasiswa di dalamnnya sehingga mahasiswa Indonesia mencari jalan lain memperlihatkan aspirasinya bahkan dengan kekerasan. Bangsa ini tidak boleh melihat hal ini sebagai anarkisme, ada banyak hal yang menjadi alasan mengapa kekerasan kerap mewarnai aksi yang dilakukan. Sama seperti tahun 1998 dulu. Ketiga, dalam dunia ekonomi tantangan menjadi usahawan mandiri adalah hal yang sangat berat bagi individu terlebih bagi mahasiswa yang masih berusaha dari awal. Tantangan ini terlalu sistemik untuk diubah. Bahkan system ekonomi dunia ini seakan menutup langkah mahasiswa untuk berusaha mandiri dalam hal ekonomi. Hal ini bisa dilihat dalam perkembangan ekonomi mikro Indonesia yang sedang diambang kepunahan.

• CHARACTER BUILDING
Menurut Dr. Moerdiyanto, M. Pd, setidaknya ada 5 prinsip yang harus dimiliki oleh pribadi yang berwawasan kebangsaan dan berjiwa patriotik. Pertama, prinsip keteladanan yang selalu mengutamakan keteladanan dan kejujuran serta rasa kemanusiaaan yang tinggi. Prinsip ini merujuk pada nilai moral “suri tauladan (tepa selira) yang mengacu pada larangan untuk tidak sewenang-wenang pada orang lain” sehingga jiwa patriotisme untuk mengabdi pada kepentingan masyarakat menjadi poin penting dalam prinsip keteladanan ini.
Kedua, prinsip keyakinan yang merupakan wujud dari idealisme dan cita-cita membangun masyarakat makmur dan berkeadilan. Menciptakan pribadi yang bertanggung jawab atas tugas sosial adalah sasaran utama prinsip ini. Sehingga, mahasiswa dalam memandang dirinya akan memposisikan dirinya pada pemegang tanggung jawab dalam tugas sosial ini. Lebih lanjut, mahasiswa yang bertanggung jawab tentu akan membawa perubahan positif dalam bangsa ini.
Ketiga, prinsip keseimbangan. Prinsip ini menekankan bahwa penting sekali adanya keselarasan dan keseimbangan dalam jiwa seorang mahasiswa. Keseimbangan itu mengacu pada keserasian kemampuan berpikir, sehat lahir batin, dan sikap mental (moral dan budi luhur). Dengan kata lain, seorang mahasiswa harus mampu menyeimbangkan antara rasa, cipta, dan karsa yang dimilikinya. Disamping itu, seorang mahasiswa juga harus memiliki keseimbangan antara individualitas dan integritas, yaitu menjadi pribadi yang bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan mampu bekerja sama dalam kehidupan sosial.
Keempat, prinsip kedaulatan rakyat dimana ada sikap atau paling tidak kesadaran moral untuk memperjuangkan nasib rakyat sebagai agent of social. Dalam prinsip ini juga ditekankan poin demokratisasi dalam politik yang memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk ada dan berpartisipasi aktif. Namun perlu diingat bahwa partisipasi politik yang diinginkan merupakan bentuk partisipasi yang memperjuangkan hak-hak rakyat dan menjadi pelayan rakyat tanpa pamrih.
kelima, prinsip keadilan sosial yang berarti bahwa perjuangan yang dilakukan semata-mata bertujuan untuk kehidupan sosial yang tentram dan tanpa penindasan dari atas terkhusus dalam bidang ekonomi dan politik. Hampir sama dengan prinsip keempat, prinsip ini tetap bertujuan satu yaitu kesejahteraan sosial yang saat ini sangat kurang kualitasnya. Perjuangan terhadap kemapanan sosial ini ditentukan oleh semangat patriotisme seorang mahasiswa yang bertanggung jawab. Sehingga, mahasiswa berwawasan kebangsaan yang mapan akan mampu mengarahkan bangsa Indonesia ke arah yang benar.
Setelah memahami semua prinsip yang harus dimiliki oleh seorang mahasiswa maka langkah selanjutnya adalah membangun moral dan budi pekerti dimulai dari diri sendiri. Usaha ini harus dimulai sekarang juga bukan hanya oleh mahasiswa melainkan semua lapisan masyarakat baik pemerintah maupun sipil. Disamping itu, mengingatkan kembali perjuangan bangsa untuk merdeka serta menanamkan rasa cinta tanah air harus menjadi strategi awal pembangunan karakter bernegara. Langkah-langkah ini harus memiliki semacam cetak biru agar kedepannya, bangsa ini tidak tersesat atau kehilangan jati diri lagi.
Tantangan yang dihadapi khususnya oleh mahasiswa saat ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari apa yang dilakukan oleh generasi sebelumnya. Bagaimana kebijakan politik sangat berpengaruh pada kondisi kekinian internal bangsa bangsa ini dimana kondisi itu berpengaruh terhadap perilaku mahasiswa saat ini. Belum lagi faktor eksternal yang begitu kuatnya mencengkeram hampir semua sendi kehidupan bangsa bangsa ini. Saling keterkaitan ini seharusnya menjadi dasar bagi bangsa ini semua untuk sama-sama berjuang mengembalikan nilai-nilai luhur yang telah hilang entah kemana dan menanamkan dengan kuat dalam individu setiap orang. Bukan lagi mencari celah siapa yang bertanggung jawab walaupun sebenarnya kondisi ini adalah rekonstruksi beberapa pihak.
Nilai-nilai kebangsaan yang telah mengikat sepanjang perjalanan bangsa bangsa ini telah longgar dan sampai saat ini ikatan itu belum diketatkan kembali. Bagaimana jika ikatan itu lepas dan pada akhirnya menjadi kenangan masa lalu saja? Belum lagi bangsa ini melihat bagaimana 4 pilar penopang NKRI telah berada pada ambang batas yaitu ekonomi, politik, budaya, dan TNI. Tiga diantaranya sudah hancur lebur dan satunya telah bengkok. Apa yang akan terjadi pada bangsa ini nantinya di tangan mahasiswa yang tidak memiliki eksistensi kebangsaan? Memang, internal kemahasiswaan seharusnya menjadi tonggak perubahan keadaan ini, namun hal itu akan sangat sulit terwujud jika kaum tua tetap mempertahankan zona nyamannya dan mengendalikan situasi ini tetap pada orbitnya.
Masalah krisis karakter dalam diri mahasiswa adalah tanggung jawab bersama semua pihak. Mahasiswa harus paham dimana posisinya dan peranannya kedepan. Generasi tua harus mendukung dan menyokong dengan kuat apa yang dilakukan oleh si muda. Bukankah saling bergotong royong ada dalam nilai luhur kebangsaan? Inilah saatnya dua generasi bersatu seperti momen 1945 kemarin saat Bung Karno atas desakan mahasiswa mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia. Bukan hal yang tidak mungkin dua generasi bangsa ini menjadi pelaku sejarah sekali lagi untuk menyelamatkan bangsa dari jurang kehancuran. Mahasiswa sebagai salah satu generasi penerus harus mampu berpegang teguh pada kearifan lokal Bangsa Indonesia sendiri demi persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika.
Makna dari Corak Batik
Nama : Ryanto faathir ilman alqarana
Kelas : 2ID02
NPM : 36412759
Tugas/Tulisan : Minggu Kedua
Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar



Motif Semen dimaknai sebagai penggambaran dari “kehidupan yang semi” (kehidupan yang berkembang atau makmur). Terdapat beberapa jenis ornamen pokok pada motif-motif semen. Yang pertama adalah ornamen yang berhubungan dengan daratan, seperti tumbuh-tumbuhan atau binatang berkaki empat. Kedua adalah ornament yang berhubungan dengan udara, seperti garuda, burung dan megamendung. Sedangkan yang ketiga adalah ornament yang berhubungan dengan laut atau air, seperti ular, ikan dan katak. Jenis ornament tersebut kemungkinan besar ada hubungannya dengan paham Triloka atau Tribawana. Paham tersebut adalah ajaran tentang adanya tiga dunia; dunia tengah tempat manusia hidup, dunia atas tempat para dewa dan para suci, serta dunia bawah tempat orang yang jalan hidupnya tidak benar/dipenuhi angkara murka. Selain makna tersebut motif Semen Rama (dibaca Semen Romo) sendiri seringkali dihubungkan dengan cerita Ramayana yang sarat dengan ajaran Hastha Brata atau ajaran keutamaan melalui delapan jalan. Ajaran ini adalah wejangan keutamaan dari Ramawijaya kepada Wibisana ketika dinobatkan menjadi raja Alengka. Jadi “Semen Romo” mengandung ajaran sifat-sifat utama yang seharusnya dimiliki oleh seorang raja atau pemimpin rakyat.
Selain makna tersebut motif Semen Rama (dibaca Semen Romo) sendiri seringkali dihubungkan dengan cerita Ramayana yang sarat dengan ajaran Hastha Brata atau ajaran keutamaanmelalui delapan jalan.Ajaran ini adalah wejangan keutamaan dari Ramawijaya kepada Wibisana ketika dinobatkan menjadi raja Alengka. Jadi “Semen Romo” mengandung ajaran sifat-sifat utama yang seharusnya dimiliki oleh seorang raja atau pemimpin rakyat.
Flora dan Fauna dari Suatu Provinsi
Nama : Ryanto faathir ilman alqarana
Kelas : 2ID02
NPM : 36412759
Tugas/Tulisan : Minggu kedua
Mata kuliah : Ilmu Sosial Dasar


Bekantan atau dalam nama ilmiahnya Nasalis larvatus adalah sejenis kera berhidung panjang dengan rambut berwarna coklat kemerahan dan merupakan satu dari dua spesies dalam genus tunggal kera Nasalis.
Ciri-ciri utama yang membedakan bekantan dari kera lainnya adalah hidung. Fungsi dari hidung besar pada bekantan jantan masih tidak jelas, namun ini mungkin disebabkan olehseleksi alam . Kera betina lebih memilih jantan dengan hidung besar sebagai pasangannya. panjang dan besar yang hanya ditemukan di spesies jantan
Bekantan jantan berukuran lebih besar dari betina. Ukurannya dapat mencapai 75cm dengan berat mencapai 24kg. Kera betina berukuran 60cm dengan berat 12kg. Spesies ini juga memiliki perut yang besar, sebagai hasil dari kebiasaan mengkonsumsi makanannya. Selain buah-buahan dan biji-bijian, bekantan memakan aneka daun-daunan, yang menghasilkan banyak gas pada waktu dicerna. Ini mengakibatkan efek samping yang membuat perut bekantan jadi membuncit.
Bekantan tersebar dan endemik di hutan bakau, rawa danhutan pantai di pulauKalimantan. Spesies ini menghabiskan sebagian waktunya di atas pohon dan hidup dalam kelompok-kelompok yang berjumlah antara 10 sampai 32 kera. Bekantan juga dapat berenang dengan baik, kadang-kadang terlihat berenang dari satu pulau ke pulau lain.
Bekantan merupakan maskotfauna provinsi Kalimantan Selatan.
Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan dan penangkapan liar yang terus berlanjut, serta sangat terbatasnya daerah dan populasi habitatnya, bekantan dievaluasikan sebagai Terancam Punah di dalam IUCN Red List. Spesies ini didaftarkan dalam CITES Appendix I.





Anggrek hitam (Coelogyne pandurata) adalah spesies anggrek yang hanya tumbuh di pulau Kalimantan. Anggrek hitam adalah maskot flora provinsi Kalimantan Timur. Saat ini, habitat asli anggrek hitam mengalami penurunan jumlah yang cukup besar karena semakin menyusutnya luas hutan di Kalimantan namun masih bisa ditemukan di cagar alam Kersik Luway dalam jumlah yang sedikit. Diperkirakan jumlah yang lebih banyak berada di tangan para kolektor anggrek.
Dinamakan anggrek hitam karena anggrek ini memiliki lidah (labellum) berwarna hitam dengan sedikit garis-garis berwarna hijau dan berbulu. Sepal dan petal berwarna hijau muda. Bunganya cukup harum semerbak dan biasa mekar pada bulan Maret hingga Juni.
Anggrek hitam termasuk dalam anggrek golongan simpodial dengan bentuk bulb membengkak pada bagian bawah dan daun terjulur di atasnya. Setiap bulb hanya memiliki dua lembar daun saja. Daunnya sendiri sekilas mirip seperti daun pada tunas kelapa.

Jumat, 11 Oktober 2013

SALAH SATU PERGURUAN PENCAK SILAT DI INDONESIA
Nama : ryanto faathir ilman alqarana
Kelas : 2ID02
NPM : 36412759
Mata Kuliah : ilmu sosial dasar
Sejarah Tapak Suci
gmbr softskill 2
Di Banjarnegara, Jawa Tengah, Kiyai Haji (K.H.) Syuhada pada tahun 1872 memiliki seorang putera yang diberi nama Ibrahim. Sejak kecil ia menerima ilmu pencak dari ayahnya. Ibrahim tumbuh menjadi Pendekar yang menguasai pencak ragawi dan batin / inti tetapi sekaligus Ulama yang menguasai banyak ilmu, kemudian berganti nama menjadi K.H. Busyro Syuhada.
Pada awalnya K.H.Busyro Syuhada mempunyai 3 murid, yaitu :
• Achyat ( adik misan ), yang kemudian dikenal dengan K.H. Burhan
• M.Yasin ( adik kandung ), yang dikenal dengan K.H. Abu Amar Syuhada
• Soedirman, yang dikemudian hari mencapai pangkat Jenderal dan pendiri Tentara
Nasional Indonesia, bahkan bergelar Panglima Besar Soedirman.
Pada tahun 1921 di Yogyakarta, bertemulah K.H. Busyro Syuhada dengan kakak beradik Ahmad Dimyati dan Muhammad Wahib. Dalam kesempatan itu mereka adu ilmu pencak antara M. Wahib dan M. Burhan. Kemudian A. Dirnyati dan M. Wahib dengan pengakuan yang tulus mengangkat K.H. Busyro Syuhada sebagai guru dan mewarisi ilmu pencak dari K.H. Busyro Syuhada yang kemudian menetap di Kauman. Menelusuri jejak gurunya, Ahmad Dimyati mengembara ke barat sedang M. Wahib mengembara ketimur sampai ke Madura untuk menjalani adu kaweruh ( uji ilmu ). Pewaris ilmu banjaran, mewarisi juga sifat-sifat gurunya M. Wahib sebagaimana K.H. Busyro Syuhada, bersifat keras, tidak kenal kompromi, suka adu kaweruh. Untuk itu sangat menonjol nama M. Wahib dari pada A. Dimyati. Sedang A. Dimyati yang banyak dikatakan ilmunya lebih tangguh dari pada adiknya M. Wahib tetapi karena pendiam dan tertutup maka tidak banyak kejadian-kejadian yang dialami. Sebagaimana M. Burhan yang mempunyai sifat dan pembawaan sama dengan A. Dimyati.
K. H. Busyro Syuhada pernah menjadi guru pencak untuk kalangan bangsawan dan keluarga Kraton Yogyakarta. Salah satu diantara muridnya adalah R.M. Harimurti, seorang pangeran kraton, yang dikemudian hari beberapa muridnya mendirikan perguruan–perguruan pencak silat yang beraliran Harimurti.
Kauman, Seranoman dan Kasegu
Pendekar Besar KH Busyro Syuhada memberi wewenang kepada pendekar binaannya, A. Dimyati dan M. Wahib untuk membuka perguruan dan menerima murid. Perguruan baru yang didirikan pada tahun 1925 itu diberi nama Perguruan “Kauman”, yang beraliranBanjaran.
Perguruan Kauman mempunyai peraturan bahwa murid yang telah selesai menjalani pendidkan dan mampu mengembangkan ilmu pencak silat diberikan kuasa untuk menerima murid.
M. Syamsuddin yang menjadi murid kepercayaan Pendekar Besar M..Wahib diangkat sebagai pembantu utama; dan dizinkan menerima murid. Kemudian mendirikan perguruan ”Seranoman”. Perguruan Kauman menetapkan menerima siswa baru, setelah siswa tadi lulus menjadi murid di Seranoman. Perguruan Seranoman melahirkan pendekar muda Moh. Zahid, yang juga lulus menjalani pendidikan di perguruan Kauman. Moh. Zahid yang menjadi murid angkatan ketiga (3) bahkan berhasil pula mengembangkan pencak silat yang berintikan kecepatan; kegesitan, dan ketajaman gerak. Tetapi murid ketiga ini pada tahun 1948, wafat pada usia yang masih sangat muda. Tidak sempat mendirikan perguruan baru tetapi berhasil melahirkan murid, Moh. Barie lrsjad.
Pendekar Besar KH Busyro Syuhada berpulang ke Rahmatullah pada bulan Ramadhan 1942. Pendekar Besar KH Busyro Syuhada bahkan tidak sempat menyaksikan datangnya perwira Jepang, Makino, pada tahun 1943 yang mengadu ilmu beladirinya dengan pencak silat andalannya. Makino mengakui kekurangannya dan menyatakan menjadi murid Perguruan Kauman sekaligus menyatakan masuk Islam kemudian berganti nama menjadi Omar Makino. Pada tahun 1948 Pendekar Besar KH Burhan gugur bersama dengan 20 muridnya dalam pertempuran dengan tentara Belanda di barat kota Yogyakarta. Kehilangan besar pesilatnya menjadikan perguruan Kauman untuk beberapa sa’at berhenti kegiatannya dan tidak menampakkan akan muncul lagi Pendekar. Moh. Barie lrsjad sebagai murid angkatan keenam (6) yang dinyatakan lulus dari tempaan ujian Pendekar M. Zahid, M. Syamsuddin, M. Wahib dan A. Dimyati kemudian dalam perkembangan berikutnya mendirikan perguruan “Kasegu”
Kalau perguruan-perguruan sebelumnya diberi nama sesuai dengan tempatnya. Perguruan Kasegu diberikan nama sesuai dengan senjata yang diciptakan oleh Pendekar Moh. Barie Irsjad.
Lahirnya Tapak Suci
Moh. Barie lrsjad akhirnya mengeluarkan gagasan agar semua aliran Banjaran yang sudah berkembang dan terpecah-pecah dalam berbagai perguruan, disatukan kembali ke wadah tunggal.
Pendekar Besar M. Wahib merestui berdirinya satu Perguruan yang menyatukan seluruh perguruan di Kauman. Restu diberikan dengan pengertian Perguruan nanti adalah kelanjutan dari Perguruan Kauman yang didirikan pada tahun 1925 yang berkedudukan di Kauman.
Pendekar M. Wahib mengutus 3 orang muridnya. dan M. Syamsuddin mengirim 2 orang muridnya untuk bergabung. Maka Pendekar M. Barie Irsjad bersama sembilan anak murid menyiapkan segala sesuatunya untuk mendirikan Perguruan.
Dasar-dasar perguruan Kauman yang dirancang oleh Moh. Barie lrsjad, Moh. Rustam Djundab dan Moh. Djakfal Kusuma menentukan nama Tapak Suci. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dikonsep oleh Moh Rustam Djundab. Do’a dan lkrar disusun oleh H. Djarnawi Hadikusuma. Lambang Perguruan diciptakan oleh Moh. Fahmie Ishom, lambang Anggota diciptakan oleh Suharto Suja’, lambang Regu Inti “Kosegu” diciptakan Adjib Hamzah. Sedang bentuk dan warna pakaian dibuat o!eh Moh. Zundar Wiesman dan Anis Susanto.
Maka pada tanggal 31 Juli 1963 lahirlah Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci
STRATEGI UNTUK MEMBENAHI INDONESIA
Nama : ryanto faathir ilman alqarana
Kelas : 2ID02
NPM : 36412759
Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar
Strategi Untuk Membenahi Indonesia Dalam Bidang Hukum Ekonomi
Hukum ekonomi adalah suatu hubungan sebab akibat atau pertalian peristiwa ekonomi yang saling berhubungan satu dengan yang lain dalam kehidupan ekonomi sehari-hari dalam masyarakat. Hukum ekonomi adalah hukum yang berkaitan dengan berbagai aktivitas ekonomi baik nasional maupun internasional. Aktivitas ekonomi dalam berbagai bidangnya ada yang diatur oleh hukum maupun yang belum dan tidak diatur. Hukum ekonomi memilki ruang lingkup yang luas meliputi semua persoalan berkaitan dengan hubungan antara hukum dan kegiatan-kegiatan ekonomi.
Membenahi hukum ekonomi di indonesia tidak semudah membalikan telapak tangan. Bagaimana bisa dengan mudah hukum ekonomi di negara kita di tegakan jika para pejabat pemerintahannya adalah tersangka utama dalam kasus-kasus di bidang ekonomi itu sendiri. Hukum di Indonesia lebih sering menuai kritik ketimbang pujian. Berbagai kritik diarahkan baik berkaitan dengan kualitas hukum, ketidak jelasan berbagai produk hukum yang berkaitan dengan proses legislasi dan juga lemahnya penerapan berbagai peraturan. Kritik sering dilontarkan berkaitan dengan penegakan hukum di Indonesia. Kebanyakan orang akan bicara bahwa hukum di Indonesia itu dapat dibeli, yang menang mereka yang mempunyai kekuasaan, yang punya uang banyak pasti aman dari gangguan hukum walau aturan negara dilanggar.
Bagaimana caranya agar investor asing mau menanmkan modalnya di Indonesia?
Kendala Investasi Asing di Indonesia
Investasi, khususnya investasi asing sampai hari ini merupakan faktor penting untuk menggerakkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Harapan masuknya investasi asing dalam kenyataannya masih sulit untuk diwujudkan. Faktor yang dapat mempengaruhi investasi yang dijadikan bahan pertimbangan investor dalam menanamkan modalnya, antara lain : Pertama faktor Sumber Daya Alam, Kedua faktor Sumber Daya Manusia, Ketiga faktor stabilitas politik dan perekonomian, guna menjamin kepastian dalam berusaha, Keempat faktor kebijakan pemerintah, Kelima faktor kemudahan dalam peizinan.
Salah satu cara untuk membangkitkan atau menggerakkan kembali perekonomian nasional seperti sediakala sebelum terjadinya krisis ekonomi adalah kebijakan mengundang masuknya investasi di Indonesia. Investasi, khususnya investasi asing sampai hari ini merupakan faktor penting untuk menggerakkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Harapan masuknya investasi asing dalam kenyataannya masih sulit untuk diwujudkan.
Banyak faktor yang menyebabkan timbulnya keengganan masuk investasi ke Indonesia pada saat ini. Faktor-faktor yang dapat menjadi pendukung masuknya arus investasi ke suatu negara, seperti jaminan keamanan, stabilitas politik, dan kepastian hukum, tampaknya menjadi suatu permasalahan tersendiri bagi Indonesia. Bahkan otonomi daerah yang sekarang diterapkan di Indonesia dianggap menjadi permasalahan baru dalam kegiatan investasi di beberapa daerah.
Untuk menarik arus modal yang signifikan ke suatu negara dipengaruhi oleh beberapa faktor : Iklim investasi yang kondusif Prospek pengembangan di negara penerima modal. Dilihat dari kedua faktor di atas, maka tampaknya arus modal asing justru lebih banyak mengalir ke negara-negara maju daripada ke negara-negara berkembang. Aliran modal ke negara-negara berkembang masih dipengaruhi faktor-faktor sebagai berikut :
1) Tingkat perkembangan ekonomi negara penerima modal
2) Stabilitas politik yang memadai
3) Tersedianya sarana dan prasarana yang diperlukan investor
4) Aliran modal cenderung mengalir ke negara-negara dengan tingkat pendapatan per kapita yang tinggi
Adanya keengganan masuknya investasi asing dan adanya indikasi relokasi investasi ke negara lain disebabkan karena tidak kondusifnya iklim investasi di Indonesia dewasa ini. Menurut Rahmadi Supanca, berbagai faktor yang dituding menjadi penyebab dari terjadinya tidak kondusifnya iklim investasi yaitu :Berbagai faktor yang dituding menjadi penyebab dari terjadinya tidak kondusifnya iklim investasi yaitu :
1) Instabilitas Politik dan Keamanan
2) Banyaknya kasus demonstrasi/ pemogokkan di bidang ketenagakerjaan
3) Kurangnya jaminan kepastian hukum
4) Lemahnya penegakkan hukum
5) Kurangnya jaminan/ perlindungan Investasi
6) Dicabutnya berbagai insentif di bidang perpajakkan
7) Masih maraknya praktek KKN
8) Citra buruk Indonesia sebagai negara yang bangkrut, diambang disintegrasi dan tidak berjalannya hukum secara efektif makin memerosotkan daya saing Indonesia dalam menarik investor untuk melakukan kegiatannya di Indonesia.
10) Rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia
Peranan Penanaman Modal Asing di Indonesia
Di era reformasi, sejak pemerintahan BJ Habibie, kemudian Abdurrahman Wahid, Megawati, dan kini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Pemerintah justru berupaya menarik sebanyak mungkin investasi asing melalui rentetan kunjungan kenegaraan ke luar negeri, privatisasi BUMN, penegakkan supremasi hukum, serta revisi terhadap berbagai undang-undang yang menyangkut bisnis dan investasi perpajakkan, ketenagakerjaan dan seterusnya. Semua upaya ini tentu bertujuan menciptakan iklim dunia usaha dalam negeri yang lebih kondusif demi meningkatkan capital inflow yang pada gilirannya diharapkan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Masuknya perusahaan asing dalam kegiatan investasi di Indonesia dimaksudkan sebagai pelengkap untuk mengisi sektor-sektor usaha dan industri yang belum dapat dilaksanakan sepenuhnya oleh pihak swasta nasional, baik karena alasan teknologi, manajemen, maupun alasan permodalan.
Dampak Positif
Modal asing juga diharapkan secara langsung maupun tidak langsung dapat lebih merangsang dan menggairahkan iklim atau kehidupan dunia usaha, serta dapat dimanfaatkan sebagai upaya menembus jaringan pemasaran internasional melalui jaringan yang mereka miliki. Selanjutnya modal asing diharapkan secara langsung dapat mempercepat proses pembangunan ekonomi Indonesia dan memperluas kesempatan kerja.
Dampak Negatif
Dampak negatif yang ditimbulkan oleh adanya investasi asing ialah muncul berbagai permasalahan yang diakibatkan oleh penguasaan asing terhadap aset-aset publik antara lain Kontrol dari luar negeri yang sering sangat merugikan negara tempat investasi, baik dari segi ekonomi maupun politik, menghabiskan/menguras sumberdaya yang kita miliki utamanya sumber daya alam, investor asing banyak yang bergerak di sektor pertambangan (miring), adanya biaya yang harus ditanggung/dibayar setelah proyek beroperasi dan pihak investor asing yang terlalu bebas dalam mencampuri perekonomian Indonesia.
Caranya agar investor asing mau menanamkan modalnya di Indonesia
Agar investor-investor asing mau menanamkan modalnya di Indonesia maka Indonesia harus memperbaiki keamanan negaranya agar investor merasa nyaman dan bentah berinvestasi di Indonesia, termasuk juga memperbaiki stabilitas politik dan kepastian hukum tentang PMA (Penanaman Modal Asing).
Hukum ekonomi selalu berkembang karena ikut campurnya pemerintah dalam soal kepentingan pribadi. Artinya hak-hak dan kepentingan pribadi di batasi oleh pemerintah demi kepentingan umum. Pemerintah seharusnya lebih peka dan peduli dalam mengatasi masalah hukum ekonomi di Indonesia. Pembangunan yang tidak merata, lapangan kerja yang tidak memadai, alangkah lebih baiknya di selesaikan dengan cepat untuk mensejahterahkan masyarakat.
Mungkin ini bisa menjadi strategi untuk membenahi hukum ekonomi seperti, pembentukan undang-undang dilandasi pada kenyataan bahwa sistem ekonomi yang terbuka, hukum ekonomi harus bersifat terbuka terhadap perkembangan namun tetap mengacu pada jati diri bangsa. Hukum ekonomi hendaknya bersifat dinamis, sehingga membuka kemungkinan untuk berbagai kebutuhan masyarakat. Setiap bangsa atau kelompok masyarakat mempunyai pandangan dan cara yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keinginan, sehingga kegiatan ekonomi dan sistem hukum ekonomi setiap bangsa atau sekelompok masyarakat menjadi berbeda.
sumber : http://adepras29.blogspot.com/2013/03/bagaimana-membenahi-hukum-ekonomi-di.html
SALAH SATU UPACARA TRADISIONAL DI INDONESIA
Nama : ryanto faathir ilman alqarana
Kelas : 2ID02
NPM : 36412759
Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar

Salah Satu Upacara Panen Adat Kalimantan Barat
Gawai Dayak dan Sejarah Perkembangannya
gmbr softskilss 1
Ada banyak cara untuk mengungkapkan rasa syukur, salah satunya adalah dengan menggelar serangkaian upacara adat. Gawai Dayak adalah satu-satunya, upacara adat ini rutin digelar suku Dayak di Pontianak, Kalimantan Barat dan telah berlangsung sejak puluhan tahun. Inti pelaksanaan upacara ini adalah sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Jubata (Tuhan) atas panen yang melimpah, sekaligus memohon agar panen berikutnya diberi kelimpahan.
Gawai Dayak tradisional biasanya dilaksanakan selama tiga bulan oleh suku Dayak di Kalimantan, khususnya Dayak Iban dan Dayak Darat sebagai wujud syukur atas hasil panen. Ada sejumlah upacara yang harus dilakukan dalam Gawai Dayak. Upacara adat tersebut menjadi semacam rangkaian prosesi baku yang harus dilewati. Beragam makanan tradisional dan sejumlah sesaji pun tak lupa disiapkan sebagai salah satu unsur penting upacara.
Seiring perkembangan zaman dan isu kepentingan, kini upacara Gawai Dayak tradisional mengalami beberapa penyesuaian namun tetap mempertahankan unsur-unsur penting terutama urutan dan prosesi upacaranya itu sendiri. Bekerja sama dengan pemerintah daerah Gawai Dayak kini hanya digelar selama sepekan dan rutin dilaksanakan pada 20 Mei setiap tahunnya. Nama kegiatan bermuatan kepentingan budaya ini pun sekarang dikenal dengan Pekan Gawai Dayak.
Pekan Gawai Dayak digagas berawal dari keinginan untuk saling memperkuat, mengenalkan tradisi Dayak, sekaligus sebagai ajang pelestarian tradisi leluhur. Gawai Dayak sendiri adalah upacara adat tradisional yang menjadi semacam media mempererat suku Dayak dan bagian penting dari pekan adat tersebut. Kesadaran tersebut bermula pada tahun 1986 ditandai dengan terbentuknya Sekretariat Kesenian Dayak (Sekberkesda). Sekberkesda bertugas menggelar dan mengonsep seni budaya Dayak yang kemudian menggagas pekan seni budaya yang kini dikenal dengan Pekan Gawai Dayak.
Sejak tahun 1986, Pekan Gawai Dayak telah dilaksanakan secara terorganisir dan mendapat pendanaan dari pemerintah daerah. Disebutkan bahwa Pekan Gawai Dayak bermuatan politis karena tidak murni tradisional melainkan mengandung kepentingan pengembangan pariwisata dan bahkan kepentingan yang bersifat politis. Akan tetapi, terlepas dari itu, Pekan Gawai Dayak terbukti telah memberi dampak positif bagi pelestarian sekaligus pengembangan budaya Dayak di Kalimantan Barat. Ia menjadi semacam pemantik kecintaan terhadap budaya lokal suku Dayak yang kemudian mendorong usaha pelestarian dan promosi wisata. Pekan Gawai Dayak tentunya berpotensi sebagai kegiatan yang dari segi ekonomi akan pula memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan daerah.
Terlepas dari berbagai isu kepentingan politis, Pekan Gawai Dayak juga mendapat dukungan dari masyarakat budaya Dayak karena bagaimanapun kegiatan tersebut memiliki kepentingan pelestarian budaya lokal. Sekberkesda sendiri mendapat dukungan dari sekira 23 sanggar yang merupakan representasi kelompok subsuku Dayak yang ada di Pontianak, Kalimantan Barat.
Prosesi Gawai Dayak Tradisional dan Pekan Gawai Dayak
Gawai Dayak tradisional adalah pelaksanaan upacara pasca panen yang meliputi serangkaian upacara adat sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas kelimpahan hasil panen. Gawai Dayak tradisional pelaksanaannya dapat memakan waktu hingga tiga bulan, yaitu biasanya pada Bulan April sampai Juni. Pelaku upacara adat akan mengenakan pakaian tradisional berikut perhiasan tradisional seperti manik orang ulu dan kerajinan perak tradisional.
Dalam upacara Gawai Dayak, terlebih dahulu akan diadakan ngampar bide atau menggelar tikar. Upacara ini hanya dan khusus digelar menjelang pelaksanaan upacara Gawai Dayak yang biasanya berlangsung di rumah Betang Panjang, rumah adat di Kalimantan Barat. Tujuannya adalah memohon kelancaran dan kemudahan selama pelaksanaan upacara Gawai Dayak. Dalam ngampar bide sendiri terdapat serangkaian tahapan pelaksanaan, yaitu nyangahathn manta’ (pelantunan doa/mantra) sebelum seluruh kelengkapan upacara disiapkan dan ngadap buis, yakni tahapan penyerahan sesaji (buis) kepada Jubata (Tuhan).
Nyangahatn manta’ terbagi menjadi tiga bagian, yaitu matik (semacam upacara pemberitahuan kepada kepada awa pama atau roh leluhur dan Jubata (Tuhan) tentang akan diadakannya upacara tersebut; ngalantekatn (memohon keselamatan bagi semua pihak pelaksanan upacara); dan mibis (semacam upacara pemurnian agar kotoran musnah). Dalam upacara nyangahatn manta, sesuai namanya, sesaji yang disiapkan biasanya adalah bahan yang belum masak atau mentah (manta).
Upacara selanjutnya disebut ngadap buis (nyangahatn masak); merupakan upacara adat puncak dari keseluruhan proses ngampar bide dimana seluruh peraga adat sudah tersedia. Pada tahapan ini, sesaji (buis) yang berupa makanan masak dipersembahkan kepada awa pama dan Jubata, sebagai wujud rasa syukur sekaligus permohonan berkat.
Ngampar bide dihadiri para tokoh Dayak yang berperan dalam menyiapkan Gawai. Mereka membahas persiapan, menyiapkan, dan tentunya melaksanakan acara inti, yaitu memohon perlindungan Jubata atas kelancaran upacara. Pada upacara penutupan akan digelar gulung bide (gulung tikar) yang menandai berakhirnya upacara.
Pekan Gawai Dayak (Gawai Dayak modern) masih melaksanakan serangkaian upacara tersebut di atas tetapi tidak memakan waktu berbulan-bulan. Sesuai namanya, upacara ini hanya dilaksanakan dalam waktu sepekan, setiap 20 Mei sebagaimana diarahkan oleh Gubernur Kalimantan Barat terdahulu, Kadarusno. Pekan adat ini tidak hanya diramaikan oleh kegiatan upacara tetapi juga beragam kegiatan seni yang melibatkan banyak kalangan masyarakat di Kalimantan.
Seminar budaya, pementasan tari tradisional yang biasanya menandai dimulainya Pekan Gawai Dayak akan pula mewarnai acara tersebut. Ada pula beragam atraksi budaya khas Dayak, termasuk ditampilkannya beberapa permainan tradisional. Ada juga beragam stand sebagai tempat menyuguhkan aneka budaya dan produk budaya khas Dayak, seperti kerajinan tangan, produk seni, dan makanan khas tradisional Dayak. Bahkan, ada pula sejumlah perlombaan yang berlangsung selama Pekan Gawai Dayak, misalnya lomba memasak masakan tradisional, dan acara menarik lain.
Sumber :http://www.indonesia.travel/id/destination/583/pontianak/article/164/gawai-dayak-upacara-panen-suku-dayak-di-kalimantan-barat